MEDIAKU.CO - Aparat kepolisian dari jajaran Polres Sampang, Madura, Jawa Timur terus berupaya mencegah praktik perundungan di kalangan pelajar melalui program Polisi Jaga Sekolah.
Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto di Sampang, Minggu, mengatakan program ini digelar serentak di 14 kecamatan se-Kabupaten Sampang dengan melibatkan semua polsek jajaran.
"Selain polsek, kami juga menggerakkan bhabinkamtibmas ada di desa dan kelurahan, sehingga dengan demikian semua sekolah bisa tercakup program ini," katanya.
Ia menjelaskan praktik perundungan yang sering terjadi di kalangan pelajar, karena pelaku sering menganggap perbuatan itu sebagai bercanda.
Padahal, kata dia, canda yang menghina atau merendahkan teman bisa menimbulkan dampak serius bagi korban dan berpotensi berujung pada persoalan hukum.
"Karena itu, kami dari jajaran kepolisian di Mapolres Sampang ini perlu masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada para siswa tentang hal ini," katanya.
Ia menilai perlindungan terhadap pelajar menjadi tanggung jawab bersama sebab generasi muda merupakan bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Mereka perlu mendapatkan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan karakter.
"Selain sebagai bentuk kepedulian, program Polisi Jaga Sekolah yang kami canangkan ini juga sebagai bentuk dukungan mewujudkan Indonesia Emas 2024," katanya.
Ia menjelaskan program Polisi Jaga Sekolah juga untuk menekan berbagai jenis kenakalan remaja, di antaranya tawuran antar-pelajar dan balapan liar yang juga banyak dilakukan kalangan pelajar.
"Program bijak bermedia sosial dan menghindari penyebaran kabar bohong serta ujaran kebencian juga termasuk dalam program yang kami canangkan di Kabupaten Sampang ini," kata Anang.
Ia meminta siswa yang mengalami perundungan tidak perlu takut untuk meminta pertolongan. Mereka dapat menyampaikan kejadian tersebut kepada guru, orang tua, atau pihak berwenang agar persoalan bisa segera ditangani.
"Melalui program Polisi Jaga Sekolah ini kami ingin hadir sebagai orang tua asuh sekaligus sahabat bagi anak sekolah. Mereka harus merasa dekat, tidak takut, dan percaya bahwa kepolisian ada untuk melindungi mereka," katanya.
Program Polisi Jaga Sekolah menyasar lembaga pendidikan negeri dan swasta di berbagai tingkatan di 180 desa/kelurahan se-Kabupaten Sampang. Program digelar dalam bentuk pertemuan khusus dan upacara rutin setiap Senin.
Secara terpisah, Bupati Sampang Slamet Junaidi mengaku mendukung program itu.
Melalui program itu, katanya, kesadaran para pelajar tentang dampak negatif perundungan akan tercipta dengan baik.
Selain itu, mereka akan menyadari dampak hukum yang berpotensi terjadi jika melakukan praktik perundungan. (MEDIAKU.CO, Perundungan di Lembaga Pendidikan)

0 Komentar